

Tahun Yang Politik
Tahun ini
Suara di kotak katik
Senada angka dua puluh
Desember bernyanyi tentang kandidat kota
Yang di raga kaum-kaum berkumis
Dengan sebuah bibir-bibir manis
Kebesaran besar
Bila kemenangan di raih
Begitu sound berdetak
Kata mereka di balik kampanye
Lalu kita selemah daun kering yang berguguran.
Ah,
Padahal kita sudah memilahara ini
Kenapa harus di rawat?
Bila datang tahun orang-orang besar
Mengemis suara di cangkul bapak ibu
Sedang tak memandang gubuk-gubuk perih kolong jembatan
Atau jalan yang dikeluh kesah sopir ketika gerimis menjumpai jalanan.
Tidore, 19 Desember 2020
Ada Suara Ada Uang Tiket
Hari ini
Senior-senior daerah asalku sedang mendatai
Mendatai sekampung dalam kampus
Dengan temu aroma tangan politikus
Yang menutup akhir sapa
”Ada suara, ada uang pulangnya”
Di tengah memuak ada satu yang harus dimenangkan
Ketika halaman memangil pulang
Dengan uang-uang tuan
Ketika pemilihan kepala daerah merampung libur di akhir tahun.
Kampus biru, 03 Desember 2020
Janji Politik Di Bibir Politikus
Desember kembali bertamu
Dengan gaga gempita
Orang-orang berjas
Plat merah beroda empat
Menuju jalan-jalan
Obral janji pada jalanan
Setiap kata menemani para bapak-bapak
Kaum ibu-ibu
Pemuda pelajar
Mahasiswa pun kumpul-kumpul
Bersama berbagi dan mendengar omong kosong itu.
Ah, tuhan berapa tahun politik lagi yang kau punya?
Apakah seribu omong kosong kau biarkan tumbuh
Dari bibir politikus yang sekedar singah.
Tidore, 19 Desember 2020
Biografi Penulis :
Burhanuddin Djamal, lahir pada tanggal 02 Maret 200. Berkuliah di STKIP Kieraha Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Penulis buku Kumpulan Puisi “Tik Tok Tok Tik” dan 99 puisi Lainya. Sekarang Menjabat sebagai Ketua Komisariat dJAMAN MU STKIP Kieraha.
Tinggalkan komentar